syahrul ajje

Rabu, 11 November 2009

keperihatinan

Keprihatinan Seorang Persija Lovers Cetak E-mail
Ditulis Oleh Der Oranje
Tuesday, 10 November 2009

ImageMungkin satu kata yang paling tepat gw gambarkan saat ini..adalah “PRIHATIN”. Disaat Pecinta Persija saat ini semakin banyak, segala macam ujian di terpa oleh komunitas Oren ini. Komunitas atau Kelompok Organisasi yang lebih sering dikenal dengan nama THE JAKMANIA. Sayangnya, keutuhan dari The Jakmania itu terguncang karena ulah sebagian oknum yang berada didalam tubuh The Jakmania itu sendiri.


Segala serangan dari pihak Eksternal kepada The Jak Mania bisa diantisipasi dengan baik, malah makin menambah solid kesatuan para Punggawa Oren ini. Namun, ketika serangan di lakukan oleh orang dalam itu sendiri, The Jakmania..suatu organisasi kelompok supporter yang sangat disegani ternyata tidak bisa mengatasi permasalahan itu.

Gw akan coba kilas balik, tentang kecintaan gw terhadap Tim Sepakbola di Jakarta. Dulu waktu gw kecil, tepatnya tahun 1987 saat itu umur gw baru 9 tahun. Gw udah sering diajak Bokap & Paman gw untuk nonton bola, baek itu di Senayan, Menteng dan Lebak Bulus. Saat itu gw belom tau tim mana yang akan gw bela, cuma 1 yang gw perhatiin. Setiap Persija maen di Jakarta (entah itu di Senayan atau Menteng) hampir dipastikan pendukungnya sangat MINORITAS, dibanding pendukung dari PSMS Medan, PSM Makassar, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang dan Persib Bandung.
Maka mulai umur 10 tahun, gw bertekad..siapapun yang membawa nama Jakarta dalam dunia Sepak Bola pasti akan gw bela. Gw ga perduli, kalo keluarga gw cinta mati ama yang namanya PSIS Semarang ataupun Persebaya Surabaya (karena keluarga gw, asli dari Jawa). Mulai saat itu, gw minta di beliin baju Persija sama Bokap/Paman gw yang warnanya saat itu masih Merah. Gw ngga pengen, jika Persija ataupun klub bola Jakarta maen di Jakarta, seperti maen di kandang lawan. Kenapa ? ya..karena ga ada pendukungnya. Gw pengen menjadi menjadi salah satu bagian dari minoritas itu.

Sampe’ akhirnya gw SMA dan Kuliah. Selaen Persija, tim yg gw dukung saat itu adalah Warna Agung, Pelita Jaya dan Persijatim. Pokok’nya, siapapun yang bela nama Jakarta, pasti gw dukung. Dan yang pastinya saat itu, udeh santapan sehari-hari gw di pandang sebelah mata sama supporter lawan, baik itu yang berasal dari Medan, Surabaya, Makasar maupun Bandung kalo pas lagi nonton bola di Jakarta. Dan semenjak itu gw berdoa, semoga suatu saat Tim-Tim yang ada di Jakarta bisa memiliki supporter Fanatik seperti yang ada di Medan, Bandung, Surabaya, Makassar,dll.

Saat itu, sebenarnya udah ada kelompok supporter yang namanya Commandos ( Pelita Jaya ), tapi saat itu gw males gabung, karena kalo gw gabung..otomatis gw ga boleh cinta tim Jakarta yang laen, tapi harus cinta Pelita Jaya (padahal saat itu, tim Jakarta, masih ada Persijatim, Persija dan Warna Agung). Walaupun akhirnya Warna Agung ga tau deh nasib nya gimana…setau gw seh udah bubar aja. Dan semenjak era nya Bang Yos, Persija mulai lebih diperhatikan (maka, saat itu banyak pemain eks. Bandung Raya hijrah ke Persija). Awalnya gw sebel, kenapa harus Persija aja yang diperhatikan, padahal kan..masih ada Pelita Jaya dan Persijatim. Tapi lambat laun, gw sadar..bahwa kalo kita mau sukses dengan sesuatu, kita harus focus pada satu hal saja. Dan mungkin saat itu, Persija dianggap sebagai ICON nya Jakarta ketimbang Pelita Jaya dan Persijatim.

Tepat pada tahun 1997, akhirnya terbentuklah supporter Persija yang bernama The Jak Mania. Saat itu gw juga masih males, bergabung dengan organisasi itu, walaupun yang namanya nonton Persija boleh dibilang ngga pernah absen, semenjak masih maen di Menteng. Lama-lama nama Pelita Jaya dan Persijatim pun tidak beredar di Jakarta. Kini Jakarta hanya memiliki Persija saja. Tahun 2000, gw mulai bergabung dengan anggota The Jak Mania, karena cinta gw lebih focus kepada Persija saja. Karena saat itu, yang ngebawa nama Jakarta cuma Persija. Makanya munculah slogan “Satoe Djakarta Satoe”.

Kini Supporter Persija sudah sangat banyak (jangankan untuk menuhin Menteng, yg saat itu sering kosong, kini Lebak Bulus sendiri pun udah ga nampung lagi, makanya sekarang beralih ke GBK), akhirnya Doa gw terkabul, saat gw masih SMA..doa itu sering keluar dimulut gw waktu nonton tim dari Jakarta bertanding. Kini Persija (wakil Jakarta) memang menjadi Tuan Rumah di rumah sendiri saat berlaga di Jakarta. Walaupun saat ini ada Persitara, tapi kecintaan gw sama Persija melebihi kecintaan gw terhadap tim dari Jakarta manapun. Karena dengan Persija, gw pernah ngerasain disambut lemparan batu saat gw dateng ke Bandung (Cimahi), dll. Walaupun gw tetep seneng ada Persitara. Kenapa ? karena siapapun yang bawa nama baik Jakarta, pasti bakal gw dukung. Mungkin, gw lebih betawi daripada orang betawi itu sendiri. Walaupun ga ada setetes darahpun ngalir di tubuh gw, darah Betawi.
Gw inget banget saat kuliah dulu (era nya BF), gw ke Semarang. Sampe disana gw pake kaos Persija, begitu bangganya gw saat orang2 disana begitu respect sama yang namanya The Jak Mania. Ternyata nama BF tidak hanya di hargai oleh The Jak Mania itu sendiri, tapi juga sangat di hargai oleh supporter laen. Kini eranya telah berganti, banyak komunitas maupun Korwil yang berada di tubuh The Jak Mania.

Ga ada masalah sebenarnya, karena semua berada di bawah bendera The Jak Mania dan makin kreatif serta imajinatif. Cuma sayang, ada kelompok-kelompok yang merasa dirinya lebih loyal, lebih unggul, lebih segala-galanya dibanding kelompok yang lain. Apalagi menjadikan “Tour Tandang” sebagai tolak ukur keloyalan/kecintaan kita kepada suatu klub. Artinya kalo jarang tour tandang, berarti ngga loyal atau ngga cinta ? naïf dan picik bgt yahh..pikiran seperti itu. Rasanya pengen gw balikin, kalo ada yg ngomong kaya gitu….!!

1. Kemana dan dimana elo tahun 1980-an ? Jangan-Jangan belom lahir lagi.

2. Elo begitu bangga bisa tour ke Sleman, Malang, Semarang, Yogya, Solo, Makassar itu mah bagi gw DABJ (Daerah Aman Bagi Jakmania) !! Pernah ngga..elo jalan-jalan “sendirian” di Dago, Cihampelas, Cicaheum, dll (Bandung) atau ke Jembatan Merah, Ketintang, Bratang, Kayoon, ampe ke Tambaksari (Surabaya) pake baju Persija ??? pernah ngga..??? gw pernah ngelakuin itu…dan gw ngga akan pernah bilang, bahwa gw lebih loyal dari pada elo2 (yg selalu merasa paling loyal, karena selalu ngedukung Persija saat tandang)

Karena kesombongan dan arogansi dari suatu kelompok di dalam tubuh The Jak Mania, akhirnya menimbulkan keretakan di dalam tubuh The Jak Mania itu sendiri. Dalam hal ini KETUM ga bisa berbuat apa-apa. Kenapa ? karena Ketum The Jak yang sekarang tidak punya wibawa di mata anak-anak Oren lainnya. Dulu gw pernah inget kata-kata dari BF. The Jak Mania tidak bisa di hancurkan oleh siapapun, kecuali oleh The Jak Mania itu sendiri. Kelompok Oren yang satu, menyerang kelompok Oren yang lain, begitulah yang terjadi saat ini. Siapa yang tertawa ( tentunya musuh-musuh Oren selama inilah yang paling kencang untuk tertawa ).

Kini gw berpikir, apakah nanti Persija akan kehilangan pendukungnya ? dikarenakan banyak orang yang males dateng ke Stadion karena melihat ada beberapa oknum dari kelompok tertentu menunjukkan ke arogan annya. Apakah kejayaan, nama besar, serta harga diri Jakmania akan pudar seiring tidak simpatiknya banyak orang terhadap kelakuan dari segelintir orang tersebut. Peribahasa mengatakan “Susu Sebelanga Rusak, dikarenakan Nila Setitik” tentunya paham kan..maksud dari Peribahasa ini ?
Salam dari Pecinta Persija Biasa
Diposkan oleh MUHAMMAD TAUFIQ UMAR di 04:53 1 komentar
Label: indonesia, jakarta, jakmania, persija, persijalovers,

Label: , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda